Jejak Karir – ODP Bank Mandiri

Halo, halo, selamat pagi semuanyaaaa. Apa kabaar ? Pagi ini saya berencana ingin berbagi tentang pengalaman saya dalam mencari pekerjaan. Ternyata mencari pekerjaan itu tidak mudah, saya harus ikut tes di sana sini sampai akhirnya saya sekarang diterima di salah satu Kementerian di Indonesia. Kenapa saya tidak membuka usaha sendiri saja ? Jawabnya sederhana, saya ingin merasakan sendiri pahit manisnya bekerja. Tenang saja, opsi untuk berwiraswasta sudah ada di benak saya, bahkan, saya sudah tahu akan membuat usaha macam apa 🙂

Well, pengalaman yang ingin saya ceritakan sekarang adalah pengalaman ketika saya mengikuti seleksi Officer Development Program (ODP) Bank Mandiri. Saya mengikuti seleksi ini pada bulan Juli 2012 ketika ada job fair di kampus saya, dan saya sendiri ketika itu masih belum lulus dan masih harus berjibaku dengan tesis tersayang saya. Pertimbangan saya kala itu dalam mencari pekerjaan adalah saya memikirkan lamanya proses yang mungkin dibutuhkan dari melamar, tahapan seleksi, hingga diterima kedalam suatu perusahaan. Alangkah menyenangkannya jika kita sudah lulus kuliah, kita tidak perlu repot-repot lagi mencari pekerjaan 😀  Nah, tahapan seleksi ODP Bank Mandiri ini cukup banyak, sekitar 6 tahapan, dan berikut penjelasannya:

  • Seleksi Administrasi

Seleksi administrasi atau seleksi berkas untuk Bank Mandiri terbilang cukup sederhana. Kita tidak perlu membawa-bawa CV dan salinan ijazah atau transkrip nilai. Karena saya mendaftar ODP Bank Mandiri ini melalui job fair, saya cukup mendatangi booth Bank Mandiri dan mengisi formulir yang sudah disediakan, serta menempelkan pas foto di formulir tersebut. Dari selentingan-selentingan kabar yang saya dengar, Bank Mandiri akan memprioritaskan orang-orang yang sebelumnya belum pernah mendaftar ODP Bank Mandiri, untuk yang pernah mengikuti seleksi ODP Bank Mandiri dan gagal, sepertinya ada jeda waktu sebelum kita dapat mendaftar ODP Bank Mandiri lagi, sayangnya saya kurang tahu tepatnya berapa lama.

  • Walk-in Interview

Setelah lolos seleksi administrasi (hasil seleksi administrasi akan langsung diberitahukan sore atau malam harinya), keesokan harinya kita akan mengikuti walk-in interview. Wawancara awal ini dilakukan langsung oleh HRD Bank Mandiri. Seingat saya ada tiga orang pewawancara, dan setiap pewawancara akan mewawancarai lima orang. Wawancara ini akan dilakukan dalam bahasa Inggris. Pertanyaan yang akan diajukan pun standar, berkisar tentang aktifitas kita sehari-hari, dan berdasar dari formulir yang kita isi hari sebelumnya. Hasil dari walk-in interview akan diumumkan pada hari itu juga.

  • Tes TOEFL

Tahapan selanjutnya setelah walk-in interview adalah tes TOEFL. Ketika itu tes TOEFL dilaksanakan di Fakultas Ilmu Budaya UGM. TOEFL yang diujikan pun bukan TOEFL Like melainkan TOEFL ITP. Sebenarnya saya masih memiliki sertifikat TOEFL ITP yang masih berlaku, akan tetapi Bank Mandiri tetap mewajibkan semua peserta yang lolos untuk mengikuti tes TOEFL tersebut. Bagi yang sudah pernah mengikuti tes TOEFL pasti akan tahu dan bisa mengerjakan

  • Tes Aptitude

Naaah, ketika saya diumumkan lolos ke tahap tes aptitude, saya bingung karena saya sama sekali tidak tahu seperti apa tes aptitude itu. Untungnya, dalam pesan singkat yang dikirim oleh Bank Mandiri, disertakan pula alamat website www.shl.com, yang disitu terdapat model-model soal dalam tes aptitude. Saran saya, banyak-banyaklah berlatih dan mencoba mengerjakan contoh-contoh soal tersebut. Untuk soal-soal hitungan, karena waktu untuk mengerjakan terbatas, soal-soal tidak perlu dikerjakan semuanya, kerjakan saja dari yang termudah dahulu dan yang paling yakin benar.

  • Leaderless Group Discussion (LGD)

Setalah berselang seminggu, saya mendapat kabar bahwa saya lolos untuk mengikuti LGD Bank Mandiri. LGD ini dilaksanakan di kantor Bank Mandiri di Jalan Sudirman. Dari hasil bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah mengikuti tes ini, kita akan diberikan kasus yang harus dipecahkan bersama-sama dengan kelompok. Ketika LGD saya berperan sebagai semacam sekretaris dan menulis hasil-hasil diskusi di papan yang terdapat di bagian depan. Seusai LGD, saya merasa bahwa saya tidak memberikan upaya yang maksimal dalam LGD tersebut.

Sekitar tiga hari dari LGD, saya dihubungi oleh rekan seperjuangan ODP Bank Mandiri. Ternyata dia sudah mendapat telepon dari Bank Mandiri yang memintanya untuk mengikuti medical check-up. Seharian saya menunggu dan menatap telepon saya namun nihil. Saya pun sadar saya tidak lolos. Perjuangan saya di seleksi ODP Mandiri terhenti di tahap LGD. Waaah, cukup sedih lho rasanyaa, mengingat tahapan yang tersisa tinggal medical check-up dan wawancara direksi. Setelah itu langsung tanda tangan kontrak. Tapi ya sudahlah, mungkin rejeki saya bukan di Bank Mandiri. Buat yang sedang cari kerja, jangan patah semangat yaaa. Kalau gagal coba lagi, terus dan terus. Kesuksesan seseorang itu tidak diukur dari seberapa sering dia gagal, tapi seberapa sering dia berhasil untuk bangkit lagi (saya lupa ini kutipan dari siapa). Sukses semuanyaaaa…

Advertisements

4 thoughts on “Jejak Karir – ODP Bank Mandiri

  1. r10 says:

    persaingan menjadi karyawan Mndiri memang ketat, krn Mandiri sendiri butuh SDM handal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s