Kunjungan Mama dan Adek

selamat siang rekan-rekan semuaa, semoga hari ini menjadi hari yang baik yaa. Di postingan sebelumnya saya berjanji untuk menceritakan tentang kedatangan Ibu Suri (Mama) dan Tuan Muda Kecil (Adek) ke Jakarta. Jadii, seminggu sebelum wisuda saya pulang ke Yogyakarta untuk bersua dengan keluarga tercinta. Pada saat saya di sana saya memberitahu bahwa saya akan diwisuda. Sontak keluarga saya, terutama Mama, antusias menanyakan apakah perlu kehadiran keluarga pada waktu wisuda. Saya pun menjawab tidak. Hal itu terkait dengan kabar terakhir yang menyatakan bahwa mengingat ukuran ruangan yang tidak begitu besar, maka keluarga tidak perlu hadir. Dan setelah beberapa hari bergowel dan bersenang-senang di rumah, saya pun kembali ke Jakarta.

Kamis 12 September 2013

Nah, di Jakarta, pada tanggal 12 September di Gedung Pancasila digelar lah Gladi Bersih untuk wisuda keesokan harinya. Ditengah acara Gladi Bersih, kami mendapat kabar bahwa Pak Menlu menginginkan ada kehadiran keluarga pada acara wisuda kami. Kami pun kebingungan dan rekan-rekan saya yang berdomisili di Jabodetabek langsung menghubungi keluarga guna menyampaikan kabar tersebut. Saya sendiri pada waktu itu bertindak sebagai koordinator keluarga, dimana teman-teman yang akan membawa keluarga harus mengkonfirmasikan kepada saya terkait berapa dan siapa saja yang akan datang. Pada mulanya saya tidak ingin memberitahukan keluarga saya karena pasti akan susah mencari tiket dan keterbatasan waktu, saya sendiri bahkan belum memesan hotel! Akan tetapi, melihat animo dari keluarga teman-teman yang sudah mendaftar ke saya, saya pun menjadi iri. Saya juga ingin membagi momen wisuda saya dengan orang-orang terdekat saya. Alhamdulilah, ketika menelepon Papa dan Mama, mereka pun segera mengiyakan dan mencari tiket. Pada pukul 1 siang, Mama mengabari saya dan memberitahu bahwa yang akan datang adalah Mama dan Adek dengan penerbangan Kamis malam. Hore!!! Saya pun bergegas pergi untuk memesan hotel Ibis di kawasan Cikini, Menteng untuk dua malam. Setelah itu saya segera ke asrama untuk meyiapkan baju yang akan saya pakai wisuda, kembali ke hotel, dan menjemput mereka di bandara. Hectic? Sangat! Senang? PASTI!!! Sesampainya di bandara, saya menunggu cukup lama, estimasi saya mereka seharusnya tiba pukul 8 lewat, akan tetapi ternyata pesawat Singa Udara yang dinaiki mengalami keterlambatan, hingga pukul 10 malam mereka baru mendarat. Hadeh. Kami pun segera menuju hotel, untung sebelumnya saya sudah membeli Bakmi GM untuk disantap bersama di hotel.

Jumat, 13 September 2013

Hari saya diwisudaaa, senangnya. Sebenarnya orang tua diperbolehkan datang pada pukul 8, akan tetapi, karena kami, para wisudawan dan wisudawati, harus standby disana untuk melakukan Gladi Bersih terakhir pada pukul 07.30, jadilah Mama dan Adek ikut bersama saya dari pukul 07.15. Tepat pukul 08.30 upacara dimulai, detil upacara dapat dilihat di postingan saya sebelumnya ya 😀 Setelah itu dilanjutkan dengan sesi foto bersama dengan Pak Menlu. Pada waktu selesai upacara, si Adek menghampiri saya dan mengatakan “Kakak, engkau sangat membanggakan sekali!” Huwooo, senangnyaa dipuji Adek begituu. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan santap siang, dan foto-foto narsis di seputaran Gedung Pancasila.

20130913_102903

20130913_103402

20130913_103450(1)

Sorenya, saya mampir membeli dimsum sebelum datang ke hotel. Rencana sore hingga malam adalah berjalan-jalan ke Monas dan Istiqlal. Oia, ingatkan saya untuk menulis tentang tips dan trik memilih taksi di Jakarta yaa. Singkat cerita, sesampainya di Monas, kami pun berkeliling, melihat ondel-ondel, dan kembali berfoto narsis. Mama nampak sedikit kelelahan, sehingga kami pun membatalkan acara untuk mengunjungi Istiqlal. Kami pun kembali ke hotel dan beristirahat.

20130913_195548  20130913_195115

Sabtu, 14 September 2013

Mama dan Adek akan kembali ke Yogyakarta menggunakan pesawat pada siang pada pukul 12.50. Paginya, saya pun mengajak mereka untuk sarapan di Bubur Ayam Cikini yang tersohor. Letaknya tidak begitu jauh, rasanya lumayan enak, dan porsinya jumbo. Sayangnya, banyak pengamen silih berganti yang memaksa kami mempersiapkan uang kecil. Sepulangnya dari BurCik, Mama masih mampir untuk membeli ayam goreng 😀

Pada pukul 9.30, taksi yang saya pesan pun sudah tiba dan kami pun bergegas ke Bandara bersama-sama. Tidak tega rasanya melepas kepergian mereka tanpa ikut mendampingi mereka. Alhamdulilah, semua berjalan lancar, pesawat Singa Udara pun hanya terlambat sebentar saja. Mereka pun mendarat dengan selamat di Yogyakarta. Terimakasih Mama dan Adek sudah mau meluangkan waktu untuk berkunjung. Kapan-kapan mampir lagi yaaa :*

Wisuda Sekdilu 37

Tepat pada tanggal 13 September yang lalu saya kembali menjalani wisuda. Kali ini merupakan wisuda kelulusan Sekdilu (Sekolah Dinas Luar Negeri). Ya, setelah 8 bulan saya mengikuti pendidikan Sekdilu, akhirnya saya berhasil menuntaskannya. Kami semua, Sekdilu 37, yang berjumlah 59 orang berhasil lulus. Hal ini sangat menggembirakan mengingat diklat Sekdilu kami tidaklah mudah. Berbagai macam materi baik yang bernuansa HI hingga ke materi cara makan yang baik dan benar.  Saya menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekan saya terutama yang bukan berlatar belakang HI bekerja keras terutama menjelang ujian. Pengajar kami pun bervariasi dan bukan hanya dari kalangan akademisi. Pernah terbayang bisa bertatap muka langsung dengan Anies Baswedan? Check! Dengan Wimar Witoelar? Check! Dengan Agus Yudhoyono yang berseragam? Check! Dengan Jokowi? Check! Dengan Jusuf Kalla? CHECK! *bangunDariPingsan* Dan tidak tertinggal pula sederet diplomat senior super handal yang berkenan meluangkan waktunya untuk mengajar kami. Pernah minder juga loh, dengan ilmu yang dimiliki para pengajar dan teman-teman saya :p Work hard pays off. Nilai kelulusan Sekdilu tahun ini meningkat dan menyentuh angka 86,31, naik 2,8 poin dari dua tahun sebelumnya. Wow, sungguh suatu awal yang tidak buruk bagi kami sebelum memulai magang di Pejambon dan di luar negeri. Kepala Pusdiklat, Bapak Hazairin Pohan, pun juga turut gembira akan pencapaian kami ini.1236134_10200762415562622_1928839703_n

 

pose Salam ASEAN bareng Agus Yudhoyono, tau kan saya yang mana? :p

Bagaimana dengan saya? Alhamdulilah, saya yang sempat “murtad” dari jalur HI ke Manajemen bisa juga masuk ke jajaran 10 besar, saya berada di peringkat 7 :p Peringkat ini juga dicapai dengan cukup berdarah-darah dan sedikit bumbu keberuntungan, mengingat jarak antar peringkat sangat tuipiiis. Overall, wisuda berlangsung khidmat dan mengharu biru, terutama ketika Paduan Suara Wajib Eksis Gita Bhuana tampil dan menyanyikan Tanah Airku, tidak ada mata yang tidak berair! Semuanya larut dalam emosi, bahkan Pak Menlu juga nampak berkaca-kaca.

310735_489639811090998_1682432174_n

 

kartu nama jadul yang kudu segera diganti

Ah Sekdilu, begitu banyak kenangan yang dimiliki, begitu banyak kisah yang dapat dibagi. Baiklah, sementara mungkin baru ini yang bisa saya bagi. Cerita tentang kedatangan Mama dan Adek ke Jakarta akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya. Selamat berhari Senin semuanya 😀

Don’t Quit!!!

Morning pretty peeps, i hope you’re doing well wherever you are now. It’s been couple of days since i want to share some “wisdom” about success. Let me remind you that i am not even close as a motivator but i cant stop yelling at people who do not try a lot.

I wasn’t born with a silver spoon. Since the beginning, i’ve witnessed my family (especially my father) struggled to achieve what we have now. When daddy worked as an employee in a contractor company, things were good at first.

For everyone out there, if you read this, i believe in you, i do. I know you’re all gonna do great. Please don’t quit. Failure can be accepted, everyone fails at something, even me. But it’s heartbreaking if you’re not trying. Good luck people, have a splendid Monday 🙂

1208554_10151918726651255_616140976_n