Wisuda Sekdilu 37

Tepat pada tanggal 13 September yang lalu saya kembali menjalani wisuda. Kali ini merupakan wisuda kelulusan Sekdilu (Sekolah Dinas Luar Negeri). Ya, setelah 8 bulan saya mengikuti pendidikan Sekdilu, akhirnya saya berhasil menuntaskannya. Kami semua, Sekdilu 37, yang berjumlah 59 orang berhasil lulus. Hal ini sangat menggembirakan mengingat diklat Sekdilu kami tidaklah mudah. Berbagai macam materi baik yang bernuansa HI hingga ke materi cara makan yang baik dan benar.  Saya menyaksikan sendiri bagaimana rekan-rekan saya terutama yang bukan berlatar belakang HI bekerja keras terutama menjelang ujian. Pengajar kami pun bervariasi dan bukan hanya dari kalangan akademisi. Pernah terbayang bisa bertatap muka langsung dengan Anies Baswedan? Check! Dengan Wimar Witoelar? Check! Dengan Agus Yudhoyono yang berseragam? Check! Dengan Jokowi? Check! Dengan Jusuf Kalla? CHECK! *bangunDariPingsan* Dan tidak tertinggal pula sederet diplomat senior super handal yang berkenan meluangkan waktunya untuk mengajar kami. Pernah minder juga loh, dengan ilmu yang dimiliki para pengajar dan teman-teman saya :p Work hard pays off. Nilai kelulusan Sekdilu tahun ini meningkat dan menyentuh angka 86,31, naik 2,8 poin dari dua tahun sebelumnya. Wow, sungguh suatu awal yang tidak buruk bagi kami sebelum memulai magang di Pejambon dan di luar negeri. Kepala Pusdiklat, Bapak Hazairin Pohan, pun juga turut gembira akan pencapaian kami ini.1236134_10200762415562622_1928839703_n

 

pose Salam ASEAN bareng Agus Yudhoyono, tau kan saya yang mana? :p

Bagaimana dengan saya? Alhamdulilah, saya yang sempat “murtad” dari jalur HI ke Manajemen bisa juga masuk ke jajaran 10 besar, saya berada di peringkat 7 :p Peringkat ini juga dicapai dengan cukup berdarah-darah dan sedikit bumbu keberuntungan, mengingat jarak antar peringkat sangat tuipiiis. Overall, wisuda berlangsung khidmat dan mengharu biru, terutama ketika Paduan Suara Wajib Eksis Gita Bhuana tampil dan menyanyikan Tanah Airku, tidak ada mata yang tidak berair! Semuanya larut dalam emosi, bahkan Pak Menlu juga nampak berkaca-kaca.

310735_489639811090998_1682432174_n

 

kartu nama jadul yang kudu segera diganti

Ah Sekdilu, begitu banyak kenangan yang dimiliki, begitu banyak kisah yang dapat dibagi. Baiklah, sementara mungkin baru ini yang bisa saya bagi. Cerita tentang kedatangan Mama dan Adek ke Jakarta akan saya ceritakan di tulisan selanjutnya. Selamat berhari Senin semuanya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s