Memudarnya Adab Menonton di Bioskop

Halo pembaca semua, selamat memasuki bulan Juni. Tidak terasa tahun 2015 sudah separuh jalan ya. Jadi, apa kabar kalian? Sudah berapa bucket list yang kalian coret sebagai bagian dari resolusi 2015? Salah satu yang sudah saya coret adalah menonton Mad Max: Fury Road dan Avengers: Age of Ultron setelah penantian panjang.

Tidak, kali ini saya bukan membahas mengenai kedua film tersebut. Melainkan curahan hati saya akan kelakuan para moviegoers yang membuat saya kerap menghela nafas panjang.

Sebagai seseorang yang menganggap serius menonton (dan karaoke) film, saya kerap terganggu dengan kelakuan-kelakuan seperti:

  1. Menyalakan/ berkomunikasi via hape

Sebelum kita memasuki studio dan mulai menonton suatu film, kita tentu sudah berkomitmen dong dengan film yang akan kita tonton. Maka segala komunikasi seperti WA atau bahkan update status pun bisa menunggu setelah film usai. Orang yang mengontak kita pun akan paham bila kita sedang di bisokop. Coba pikir, kita menonton di studio yang gelap dimana satu-satunya pencahayaan adalah layar di depan kita, lalu tetiba ada distraksi berupa pendar cahaya dari LCD layar ponsel, itu kan sangat mengganggu. KZL! Lain halnya bila yang mengontak adalah keluarga kita, tentu patut kita prioritaskan. Tetapi jangan lupa untuk mengangkat telepon di luar studio ya.

  1. Keluar studio, kemudian menanyakan jalan cerita yang terlewat

Ketika kita memutuskan untuk keluar dari studio, tentu kita mengetahui dong konsekuensinya dari aksi kita ini, yaitu tertinggal alur cerita dari film yang kita tonton. Tentu saja tidak salah untuk menanyakan apa yang terlewat, tetapi tolong pertanyaannya bisa menunggu seusai film. Tidak enak lho ketika sedang khusyuk dengan tontonan di depan kita lalu diinterupsi dengan suara-suara di kanan kiri. Hih!

  1. Menendang-nendang punggung kursi di depannya

Ini biasanya dilakukan oleh anak kecil/remaja tanggung/ atau sekumpulan individu yang kelewat antusias oleh adrenalin atau rasa takut. Saya akan memahami bila tendangan itu dilakukan tidak lebih dari 5 kali selama satu film. Tetapi bila lebih dari itu, jangan salahkan saya bila kemudian saya menegur dan memberikan tatapan maut.

Haduh, saya ternyata rewel ya 😀 Habisnya, meski sudah banyak media untuk nonton film secara online, tapi saya tetap masih setia dengan bioskop. Bioskop dengan layar lebarnya, pilihan untuk menonton 3D/4D, dan yang terpenting adalah merasakan atmosfer suatu film bersama dengan seisi studio. Oleh karena itu sangat perlu adanya adab menonton agar kepuasan nonton di bioskop dapat terus terjaga. Kalian sendiri bagaimana? Termasuk moviegoers teladan kah? 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s